-->

PRAMUKA

CERITA API UNGGUN : HIDUP DI ALAM BEBAS


Hidup di Alam Bebas (Cerita Api Unggun no. 5)

Suku Bangsa terhalus di Afrika Selatan menurut BP adalah orang-orang Zulu. Remaja suku Zulu berjumlah dianggap dewasa apabila belum berhasil menghadapi semacam ujian. Anak tadi, tidak diberi pakaian dan hanya dibekali sebuah perisai dan sebatang tombak untuk mempertahankan diri. Seluruh tubuhnya diberi sejenis pewarna berwarna putih, warna ini tidak akan hilang selama sebulan lamanya, lalu anak tadi dilepas ke hutan. Selama 1 bulan anak itu harus bersembunyi dan hidup di hutan. Apa saja yang dilakukannya adalah pekerjaan-pekerjaan yang akhirnya mengilhami kegiatan para pandu, misalnya :

Baca Juga

> Anak itu harus bisa mengikuti jejak-jejak rusa/binatang lain, dan mendekatinya untuk bias menombaknya. Rusa itu bisa dimakan,dan kulit rusa itu dapat digunakan untuk pelindung/ pakaian.
> Anak itu harus bisa menyalakan/membuat api dari 2 buah tongkat atau ranting kayu.
> Anak itu harus pula menjaga jangan sampai apinya mengeluarkan banyak asap. agar tidak terlihat oleh musuh atau orang-orang yang memburunya.
> Anak itu harus berani menghadapi singa atau binatan buas lainnya.
> Anak itu harus pandai berlari jarak jauh, memanjat pohon dan berenang di sungai agar lolos dari orang hewan yang mengejarnya.
> Anak itu harus tahu tumbuh-tumbuhan mana yang dapat dimakan atau yang beracun.
> Anak itu harus bisa mendirikan gubuk sendiri. > Anak itu harus selalu menjaga, supaya ia jangan sampai meninggalkan bekas/ jejak. Selama 1 bulan, anak itu harus selalu hidup demikian. Setelah warna buatan pada tubuhnya hilang, dia baru boleh kembali ke sukunya, dan disambut meriah bagaikan seorang pahlawan.

Bukan hanya suku Zulu saja, tetapi banyak sukusuku bangsa lainnya di seluruh dunia, yang memperlakukan ujian-ujian keberanian kepada remaja-remajanya sebelum memasuki dunia “dewasa" seperti suku Yaghan di Amerika Selatan, Suku Nias di Sumatera?, dsb.

Bill Hamilton (orang Kanada) menulis buku My Sixty Years In The Plains (Enam Puluh Tahun Hidupku di Padang Rumput), yang menggambarkan betapa bahayanya hidup para perintis (Pioneer) zaman dahulu yang penuh dengan kejadian kejadian serta pengalaman-pengalaman (avontuur).
Theodore Roosevelt, salah seorang Presiden AS percaya juga akan cara hidup di luar (alam terbuka). Sepulangnya dari berburu di Afrika Timur, ia memeriksa pandu-pandu di London, dan ia sangat kagum dengan kegiatan para Pandu.

Pandu-pandu baru disebut Tenderfoot. Para penunjuk jalan bangsa Indian, yaitu orang yang ulung menemukan jejak/ jalan. disebut Fathfinder. Sebutan itu adalah sebuah kehormatan besar. Pengetahuan tentang satu daerah disebut dengan Eye Of the top Country.

Pandu Laut dan Pandu Udara (Cerita Api Unggun no. 6)

Menurut BP, pahlawan yang paling besar adalah para pelaut-pelaut penolong kapal-kapal yang karam di sepanjang pantai samudera-samudera. Dan sewaktu badai yang sangat berbahaya, mereka senantiasa bersedia berangkat serta memberanikan diri menolong hidup orang lain (padahal diri merekapun berada di dalam bahaya).

Setiap pandu wajib belajar dan bisa berenang, begitu pula menggunakan perahu. Demikian pula pentingnya para pandu udara. Mereka yang bertugas di pelabuhanpelabuhan udara, sangat berjasa dalam menyelamatkan manusia.

Related Posts

0 Response to "CERITA API UNGGUN : HIDUP DI ALAM BEBAS"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel